Tijjani Reijnders Resmi Gabung Manchester City

Profil Singkat: Perjalanan Karier dan Gaya Bermain Reijnders

Tijjani Reijnders lahir pada 29 Juli 1998 di Zwolle, Belanda. Ia memulai karier profesionalnya bersama AZ Alkmaar, klub yang berperan besar dalam membentuk karakter dan gaya bermainnya. Di sana, Reijnders berkembang menjadi gelandang modern yang mengandalkan mobilitas tinggi, kontrol bola presisi, dan kemampuan membaca permainan dengan cerdas.

Kesuksesannya di Belanda menarik perhatian AC Milan, yang kemudian merekrutnya pada musim panas 2023. Reijnders langsung tampil konsisten bersama Rossoneri. Ia menjadi pemain inti, mencetak sejumlah gol krusial, dan memegang peran vital di lini tengah. Musim 2024/25 menjadi momen puncaknya — ia terpilih sebagai Best Midfielder Serie A dan turut membawa Milan menjuarai Supercoppa Italiana.

Gaya main Reijnders mencerminkan ciri khas gelandang box-to-box masa kini. Ia piawai saat bertahan maupun menyerang, cepat dalam transisi, dan akurat saat mendistribusikan bola. Kombinasi teknik, tenaga, dan kecerdasan taktis membuatnya jadi aset penting baik di level klub maupun tim nasional Belanda. Menariknya, Reijnders juga memiliki darah Maluku dari pihak ibunya, memberikan daya tarik tambahan di mata publik Asia Tenggara.

Detail Transfer dan Kontrak Reijnders di Manchester City

Kepindahan Reijnders ke Manchester City menjadi salah satu transfer besar di musim panas ini. City mengeluarkan dana sebesar €55 juta, yang bisa meningkat menjadi €70 juta tergantung pada performa dan bonus tambahan. Jika dikonversi, nilai transfer ini setara dengan sekitar Rp1,2 triliun — angka fantastis untuk seorang gelandang tengah.

Reijnders menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun hingga musim panas 2030. Ia juga mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan. Dari sebelumnya sekitar €3 juta per tahun di AC Milan, kini ia akan menerima gaji sekitar €6–7 juta per tahun di City. Dengan usia 26 tahun dan performa yang tengah naik, ia dipandang sebagai investasi jangka panjang oleh manajemen klub.

Kenapa Guardiola Pilih Reijnders?

Pep Guardiola bukan tipe pelatih yang asal merekrut pemain. Setiap transfer yang ia setujui biasanya sudah melalui analisis mendalam, baik dari sisi teknis, taktis, maupun karakter pemain. Ada sejumlah alasan kenapa Guardiola akhirnya memilih Tijjani Reijnders sebagai target utama. Pertama, fleksibilitas Reijnders sangat tinggi. Ia bisa bermain sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun playmaker. Kemampuan ini sangat cocok dengan sistem permainan Manchester City yang menuntut pemain mampu beradaptasi di berbagai posisi.

Selain itu, Reijnders juga memiliki teknik dan visi bermain yang tajam. Akurasi umpannya tinggi dan ia piawai membaca ruang di lini pertahanan lawan—hal yang penting dalam gaya permainan City yang sangat mengandalkan penguasaan bola. Di tengah kondisi Kevin De Bruyne yang mulai sering dihantam cedera dan spekulasi masa depannya, Reijnders dinilai sebagai calon pengganti yang ideal. Usianya yang masih 26 tahun dan performa konsistennya membuatnya menjadi sosok tepat untuk regenerasi di lini tengah. Tak kalah penting, Reijnders juga membawa mentalitas juara. Pengalaman tampil apik di Eredivisie dan Serie A, serta pengalamannya bermain di Liga Champions, membentuk dirinya sebagai pemain yang sudah siap tampil di level tertinggi dan menjaga ambisi City tetap menyala.

bagikan artikel ini: